Deliserdang, Cinta Rakyat — Bupati Deliserdang, dr. Asri Ludin Tambunan, resmi mencopot Taufik Ismail dari jabatan Direktur Utama PT Bhineka Perkasa Jaya (BPJ), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Deliserdang. Posisi tersebut kini dipercayakan kepada Deny Reza, yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama PT BPJ.
Pergantian pucuk pimpinan perusahaan daerah itu ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 30 Desember 2025. Rapat dipimpin langsung oleh Bupati dr. Asri Ludin Tambunan dan dihadiri seluruh pemegang saham.
Asisten II Pemkab Deliserdang, Hendra Wijaya, membenarkan adanya pergantian tersebut. Ia menyebut langkah itu diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja perusahaan.
“Iya benar, sekarang Direktur Utamanya Deny Reza. Rapatnya minggu lalu. Pergantian ini dilakukan untuk peningkatan kinerja perusahaan,” ujar Hendra Wijaya saat ditemui di Kantor Bupati Deliserdang, Senin (5/1/2026).
Pasca penunjukan tersebut, Deny Reza tampak hadir dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati di Aula Cendana lantai II Kantor Bupati, Senin pagi. Ia bergabung bersama para pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Deliserdang. Dalam rapat itu turut hadir Direktur PDAM Tirta Deli, M. Taufan Sahroni.
Ditemui usai rapat, Deny Reza mengakui kehadirannya merupakan rapat perdana bersama jajaran Pemkab Deliserdang setelah resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT BPJ. Ia menyatakan siap menjalankan amanah dan target yang diberikan oleh Bupati.
“Pak Bupati meminta agar pendapatan perusahaan bisa meningkat secara signifikan. Selama ini BUMD hanya mengelola gedung graha, kolam renang, dan plaza kuliner. Ke depan, kami akan mengembangkan bisnis baru,” ujar Deny, sembari menyebutkan rencana tersebut masih akan diumumkan setelah seluruh persiapan rampung.
Deny juga mengungkapkan dirinya resmi diangkat sebagai Direktur Utama sejak 30 Desember 2025, bertepatan dengan pelaksanaan RUPSLB sekaligus berakhirnya masa jabatan direktur sebelumnya. Ia menegaskan pergantian posisi dari komisaris ke direktur utama bukanlah sebuah penurunan jabatan.
“Kalau sebagai komisaris, tugas saya hanya mengawasi. Sekarang sebagai Direktur Utama, saya bisa langsung mengeksekusi kebijakan. Ini justru amanah yang lebih besar. Target Pak Bupati jelas, pendapatan perusahaan harus jauh lebih besar dan itu akan kami kejar melalui pengembangan usaha baru,” pungkasnya.


















