DELI SERDANG, Cinta Rakyat –Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) yang terdiri dari Ketua Pengabdian Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE., M.Si, dan anggotanya Dr. Meutia Nauly, M.Si., Psikolog dan Dr. Fadli, SE., M.Si bersama mitra internasional, Prof. Madya Dr. Nor Hafizah Selamat dari Pusat Penyelidikan Wanita dan Gender (KANITA), Universiti Sains Malaysia (USM), menggelar rangkaian kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas di Desa Denai Sarang Burung, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Jum’at(1/8/2025).
Kegiatan ini fokus pada peningkatan kapasitas wirausaha perempuan, penguatan komunitas, serta pengembangan pasar dan pemasaran digital yang diawali dengan penyusunan kurikulum pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital, dilanjutkan Focus Group Discussion (FGD) pada 27 Juni 2024 di Aula Kantor Kepala Desa Denai Sarang Burung. FGD dihadiri 39 peserta dari unsur pemerintah desa, pelaku UMKM perempuan, tokoh masyarakat, komunitas perempuan, dan pemuda desa. Diskusi menghasilkan strategi kolaboratif mencakup pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB), peningkatan literasi digital, penguatan legalitas usaha, serta pengembangan website promosi desa yang terintegrasi dengan konsep wisata budaya Melayu.
Tahap berikutnya adalah pelatihan dan workshop pengolahan sampah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis, seperti eco enzyme, sabun cair berbasis eco enzyme, pupuk bokashi, briket tempurung kelapa, dan produk kreatif daur ulang plastik (program Ticmates). Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan konsep kewirausahaan sosial yang ramah lingkungan.
Turut hadir pada kesempatan itu, Maria Monarita Damanik, S.Keb.MSi, dari Petugas Pendamping Produk Halal (P3H) Universitas Asahan yang memberikan literasi dan asistensi sertifikasi halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), P-IRT juga memberikan bimbingan kepada peserta dalam memperbaiki desain kemasan, memanfaatkan media digital untuk pemasaran, dan menyusun rencana aksi pengembangan usaha.
Ketua Pengabdian, Prof. Ritha, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis pelaku UMKM perempuan, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan desa yang inklusif dan berkelanjutan. “Wirausaha perempuan memiliki peran penting sebagai pilar kesejahteraan keluarga. Kami ingin memastikan bahwa program ini meninggalkan warisan yang dapat terus dijalankan oleh masyarakat, dengan dukungan jejaring lokal maupun internasional” ujarnya.
Kepala Desa Denai Sarang Burung, Katimin, SE, mengapresiasi inisiatif ini dan menyatakan komitmen penuh terhadap keberlanjutan program. “Kami berterima kasih kepada P3H UNA, USU dan USM yang telah membimbing masyarakat kami. Program ini sejalan dengan visi desa untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan membuka peluang usaha yang lebih besar,” tegasnya.
Program ini akan berlanjut dengan pendampingan usaha dan monitoring perkembangan peserta selama enam bulan ke depan. Tim Pengabdian juga berencana mengintegrasikan pemasaran produk UMKM desa ke dalam platform digital yang dapat diakses oleh pembeli dari berbagai daerah.
“Dengan adanya sinergi antara pendamping produk halal, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan wirausaha perempuan di Desa Denai Sarang Burung dapat berkembang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi di tengah persaingan pasar modern,” tutup Mona dari P3H UNA.



















