Medan, Cinta Rakyat – Siang itu cuaca agak terik hingga udara terasa panas, walau terkadang Kota Medan belakangan sering diguyur hujan deras, tampak pria paruh baya tersenyum menyambut dihalaman sebuah rumah sekaligus Barbershop di Jl Balam Gg Tedja No. 40 Medan, pada hari Rabu (11/09/2024).
Tampak keluar seorang pria berjanggut dengan rambut yang sudah hampir merata berwarna putih, pria itu menyambut ramah dan mempersilahkan masuk sambil tersenyum, dialah Ali Ahmad pria kelahiran Medan pemilik usaha Ali Black Barbershop dan Ali Black Camp, walau tidak terlalu luas namun ruangan dan sekaligus tempat tinggalnya tertata dengan rapi dengan beberapa tanaman yang menghiasi halamannya.
Saat ditanya sejak kapan dia menekuni keahliannya memotong rambut, dahinya berkerut seakan mencoba mengingat sesuatu dimasa lalu.
“Awalnya aku belajar secara otodidak dan hobi memotong rambut sejak masih sekolah di SMA dulu, masa itu kalo guru BP jalan dari lokal kelokal ngerazia rambut siswa yang dianggap panjang pasti banyak kawan-kawan yang pulang pada bocel-bocel rambutnya, (kenangnya sambil tertawa), terus pada patungan beli pisau silet, beli rokok, udalah terus pada minta tolong merapikan rambut samaku, “Ungkapnya.
Dia menuturkan bahwa setelah tamat dari sekolah menengah atas ia terus menekuni hobinya itu dan bekerja memotong rambut dari beberapa tempat pangkas di kota Medan hingga akhirnya memutuskan untuk membuka usaha Barbershop sendiri dirumahnya.

“Gaji selama bekerja dulu kusisihkan sedikit demi sedikit lalu ditabung, setelah itu nyicil mulai beli perlengkapan pangkas dari gunting, mesin ketam, pisau cukur hingga kursi dan cermin, begitu uda komplit akhirnya buka usaha sendiri dirumah, ” Tuturnya.
” Belakangan ini sempat membantu teman, diminta untuk menjadi pembina pramuka di sebuah sekolah swasta, yah hitung-hitung nambah penghasilan, setelah itu timbul ide untuk beli peralatan camping lalu disewakan jadilah usaha Ali Black Camp yang awalnya untuk siswa-siswa pramuka binaannya dulu dan sekarang untuk umum, yah lumayanlah untuk usaha sampingan jadi income tambahan,” Terangnya.
“Ternyata apapun hobi kita bila ditekuni dengan sabar bisa jadi sumber mata pencarian juga,” ungkap Ali.
Menurut pria kelahiran Medan 1978 yang juga ayah dari dua orang putri itu, istrinya Elly juga sangat membantu perekonomian keluarga dengan berjualan toko kelontong tak jauh dari tempat tinggalnya itu.
“Alhamdulillah istri juga membantu ekonomi keluarga, berjualan toko kelontong tak jauh dari sini, jadi bisa dua tianglah,” ungkapnya lagi.
Saat ditanya tentang Ali Black Bonskla dia menjelaskan bahwa itu adalah nama dari Channel YouTube miliknya yang berisikan konten tutorial tekhnik memangkas rambut dan tekhnik merawat bonsai kelapa.
“Ohh, Ali Black Bonskla, itu nama Channel You Tube ku, idenya dari keponakan yang pernah bekerja di Even Organizer, dulunya nggak pernah kepikiran sih, jangan lupa ya di Like, Coment dan Subscribe ya, “tutupnya sambil tertawa.


















