Komjen Pol. Suyudi Ario Seto: Sosok Berpengalaman di Bidang Reskrim, Calon Tunggal Kapolri Pilihan Presiden Prabowo
Nama Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini menjadi sorotan publik, setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkan dirinya sebagai pemegang jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru. Ia akan menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah menyelesaikan masa jabatannya.
Pemberhentian Kapolri petahana tertuang dalam Surat Presiden bertanggal 30 September 2026. Usulan ini kemudian mendapat persetujuan dari Komisi III DPR RI pada Kamis, 1 Oktober 2026. Jenderal Listyo Sigit telah memegang tampuk pimpinan Polri selama 5 tahun 8 bulan, sejak dilantik pada 27 Januari 2021.
Presiden Prabowo mengajukan Suyudi sebagai satu-satunya calon untuk posisi tersebut. Setelah proses uji kelayakan dan kepatutan yang berakhir dengan persetujuan secara aklamasi, sidang paripurna DPR RI akan segera diselenggarakan untuk memberikan pengesahan akhir.
Saat ini, Suyudi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia bukan sosok baru dalam dunia kepolisian, dengan perjalanan karier yang panjang dan kokoh di jajaran Korps Bhayangkara sebelum dipercaya memegang posisi tertinggi di lembaga ini.
Sebagian besar pengalaman profesionalnya terbangun di bidang reserse dan kriminal. Ia telah mengisi berbagai posisi strategis, mulai dari lingkungan Polda Metro Jaya hingga ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Jejak karier meliputi jabatan Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, serta Kepala Unit Jatanras di Polda Metro Jaya.
Ia juga pernah menjabat Kasat Reskrim di Polres Metro Tangerang Kota dan Polres Metro Jakarta Barat, serta Kanit Resmob di Bareskrim Polri — memperkuat reputasinya sebagai perwira yang matang dalam penanganan kasus kriminal.
Lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973, Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Ia kemudian memperdalam keahlian dan kepemimpinannya melalui pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada 2003, serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri pada tahun 2018.
Bekal pengalaman panjangnya di bidang penegakan hukum inilah yang akhirnya membawa beliau dipercaya memimpin BNN, dan kini mendapat amanah lebih besar untuk memimpin seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia.
