Pergantian Pucuk Pimpinan Polda Sumsel: Rony Samtana Naik Menjabat Kapolda, Sandi Nugroho Berpindah ke Bareskrim
PALEMBANG, Cinta Rakyat — Langkah besar terjadi di jajaran pimpinan kepolisian wilayah Sumatera Selatan. Kepemimpinan tertinggi Polda Sumsel resmi berganti wajah: Brigjen Pol Rony Samtana, yang sebelumnya menduduki posisi Wakapolda, kini dipercaya memegang tampuk komando sebagai Kapolda Sumsel.
Posisi yang ditinggalkan Irjen Pol Sandi Nugroho kini beralih ke tangan Rony Samtana, sementara Sandi Nugroho sendiri dipanggil menjalankan tugas baru di lingkungan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
Pergeseran penting ini tertuang secara sah dalam Keputusan Kapolri Nomor KEP/1532/X/2026 bertanggal 2 Oktober 2026, sebagai bagian dari gelombang rotasi dan penyegaran pimpinan di jajaran kepolisian nasional.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengonfirmasi pergantian tersebut secara tegas saat dikonfirmasi pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
“Benar, telah terjadi mutasi dan pergantian pimpinan Kapolda Sumsel,” ujarnya.
Nandang menegaskan bahwa perpindahan jabatan semacam ini adalah bagian tak terpisahkan dari denyut nadi organisasi Polri — bukan sekadar pergantian nama, melainkan langkah strategis untuk menyegarkan struktur sekaligus membina karier para personel terbaiknya.
“Mutasi adalah hal yang wajar dalam dinamika kepolisian. Ini upaya penyegaran organisasi sekaligus penghargaan dan pembinaan bagi para perwira yang telah mengabdi,” tegasnya.
Dengan keluarnya keputusan tersebut, masa bakti Irjen Sandi Nugroho di Sumsel pun berakhir. Ia kini beralih mengemban amanat baru di Bareskrim Polri, membawa pengalaman dan jejak pengabdiannya selama memimpin Polda Sumsel ke lingkup tugas yang lebih luas.
Sementara itu, Rony Samtana — yang selama ini berdiri di samping Sandi Nugroho sebagai Wakil Pimpinan — kini siap memimpin sendiri seluruh jajaran Polda Sumsel. Pengalaman mendampingi pimpinan sebelumnya menjadi bekal berharga yang diharapkan mampu membawa Polda Sumsel menuju kinerja yang semakin kokoh dan responsif.
Perubahan ini tidak berdiri sendiri: ia adalah bagian dari perombakan menyeluruh yang melibatkan sejumlah perwira tinggi maupun menengah di berbagai satuan kerja dan wilayah kepolisian di seluruh Indonesia. Angin segar perubahan terus berhembus di tubuh Polri, membawa semangat baru bagi pengabdian kepada masyarakat.
