Selamat datang di CINTA RAKYAT

Recent Posts

Berita Terkini

Pangdam I/BB Turut Hadir dalam Pengungkapan 1.160 Paket Ketamine di Kapal MT Global 168

MEDAN, Cinta Rakyat — Tim gabungan aparat berhasil mengungkap dugaan penyelundupan narkotika jenis ketamine yang diangkut menggunakan kapal tanker MT Global 168. Sebanyak 1.160 bungkusan, yang masing-masing diperkirakan beratnya sekitar satu kilogram, berhasil diamankan dalam operasi tersebut.

Pengungkapan ini dipaparkan secara terbuka dalam konferensi pers di Pelabuhan Bandar Deli, Belawan, Kota Medan, pada Jumat (23/10/2026). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, barang bukti dikemas di dalam 58 karung. Setiap karung berisi 20 paket, sehingga total berat yang tercatat mencapai 1.160 kilogram atau setara dengan 1,16 ton. Pihak berwenang menyatakan bahwa rincian berat serta jenis zat yang disita masih menunggu hasil pemeriksaan mendalam dan pengujian di laboratorium.

Dalam kesempatan itu, Kapolri menegaskan bahwa kerja sama antarinstansi serta dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memutus jalur peredaran narkotika. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh petugas yang terlibat dalam keberhasilan mengungkap kasus ini. "Sebagai bukti nyata keseriusan aparat negara, hari ini kita berhasil mengungkap dan menahan kapal MT Global 168," ujarnya.

Kapal MT Global 168 adalah kapal pengangkut produk minyak berbendera Mongolia, dibangun pada tahun 1993 dan memiliki nomor IMO 9078347.

Kedatangan Kapolri di Pelabuhan Bandar Deli tercatat sekitar pukul 10.03 WIB. Sebelum konferensi pers, ia meninjau langsung kapal tersebut; acara diawali dengan pemutaran rekaman proses penahanan kapal.

Turut hadir Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama, Kabareskrim Polri Asep Safrudin, serta Kapolda Sumut Sonny Irawan. Hadir pula perwakilan dari TNI, kejaksaan, pengadilan, dan instansi terkait lainnya. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan penanganan yang menyeluruh dan menjadi perhatian bersama.

Selain pemaparan kasus, acara juga diisi dengan deklarasi bersama kepolisian dan warga Sumatera Utara untuk menolak peredaran narkoba. Dalam pernyataan itu, seluruh peserta menyatakan menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkotika di daerah ini, mendukung kerja sama pencegahan dan penegakan hukum, serta bertekad mewujudkan Sumatera Utara yang bersih dari narkoba. Acara ditutup dengan sesi foto bersama.

Kasus ini diproyeksikan akan ditelusuri secara menyeluruh hingga jaringan utuh terungkap, dan setiap pihak yang terbukti terlibat akan dikenakan pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.